Penalaran Induktif dan Deduktif


well kali ini saya akana membahas tentang penalaran induktif dan deduktif, Kira-kira udah pada tau belum ya ? Sebelum masuk ke intinya induktif dan deduktif, kita harus tau dulu apa itu penalaran.

Penalaran berasal dari kata nalar yang berarti pertimbangan baik dan buruk,  Penalaran merupakan proses berpikir yang membuahkan pengetahuan. Agar pengetahuan yang dihasilkan melalui penalaran tersebut mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan dengan berfikir dengan menggunakan logika. Dalam penalaran untuk mencapai kebenaran ilmiah terdapat dua jenis cara penarikan kesimpulan, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.

Logika induktif adalah penarikan kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata yang sifatnya khusus dan telah diakui kebenarannya secara ilmiah menjadi sebuah kesimpulan yang bersifat umum. Sedangkan logika deduktif adalah penarikan kesimpulan yang diperoleh dari kasus yang sifatnya umum menjadi sebuah kesmpulan yang ruang lingkupnya lebih bersifat individual atau khusus. Singkatnya induktif itu khusus ke umum dan deduktif umum ke khusus.

Penalaran Induktif

Penalaran yang bertolak dari penyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum.

Penalaran induktif terbagi menjadi beberapa, yaitu:

Generalisasi :

Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum

Contoh:

Kucing  bisa merasa lapar

Ikan bisa merasa lapar

Jadi, semua hewan bisa merasa lapar

Analogi :
Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.

contoh :

Niko sifatnya sangat ramah

Niko adalah keturunan sunda

Lia adalah keturunan sunda

Jadi Lia sifatnya sangat ramah

Hubungan kausal :

penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Macam hubungan kausal :

1. Sebab- akibat >> Ibu Lina lupa mematikan kompor mengakibatkan kebakaran.

2. Akibat – Sebab >>Ali dimarahi oleh ayahnya karena lupa mengunci pintu.

3. Akibat – Akibat >> Suzy melihat jalanan terendam air. Sehingga Suzy beranggapan rumahnya kebanjiran.

Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif adalah kegiatan berpikir yang sebaliknya dari penalaran induktif. Deduksi adalah cara berpikir di mana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.

Penarikkan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogisme. Silogisme disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Pernyataan yang mendukung silogisme ini disebut sebagai premis yang kemudian dibedakan menjadi :

  1. Premis mayor
  2. Premis minor

Contoh

Mamalia adalah makhluk hidup yang berkembang biak dengan cara melahirkan (premis mayor)

Sapi adalah mamalia (premis minor)

Jadi sapi berkembang biak dengan cara melahirkan (kesimpulan)

kesimpulan ini ditarik secara logis dari dua premis yang mendukungnya.
Pertanyaan apakah kesimpulan ini benar harus dikembalikan kepada kebenaran premis-premis yang mendahuluinya. Apabila kedua premis yang mendukungnya benar maka dapat dipastikan bahwa kesimpulan yang ditariknya juga adalah benar dan sebaliknya.

Dengan demikian maka ketepatan penarkkan kesimpulan tergantung dari tiga hal yaitu:

1) kebenaran premis mayor

2) kebenaran premis minor

3) keabsahan penarikan kesimpulan

Apabila salah satu dari ketiga unsur itu persyaratannya tidak terpenuhi dapat dipastikan kesimpulan yang ditariknya akan salah.

sumber : irabieber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s