Majas (bagian 2)


well saya akan melanjutkan post sebelumnya, masih tentang majas tentunya😀

ok langsung saja

Majas Sindiran

Majas sindiran adalah gaya bahasa yang bertujan untuk menyindir

  1. Majas Ironi : majas sindiran yang melukiskan sesuatu yang menyatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya dengan maksud menyindir orang.

    Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai tidak terbaca.

  2. Majas Sinisme : majas sindiran dengan menggunakan kata-kata sebaliknya seperti ironi tapi kasar.

    Contoh : Itukah yang namanya bekerja ?

  3. Majas Sarkasme : majas sindiran yang terkasar serta langsung menusuk perasaan.

    Contoh : Otakmu memang otak udang!

Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah gaya bahasa yang bertujuan untuk mempertentangkan sesuatu

  1. Antisetis : Majas pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan  kepaduan kata yang berlawanan arti.contoh : Besar kecil, tua muda, putra putri, semua menuju lapangan untuk menunaikan Sholat Idul Fitri.
  2. Paradoks : Majas pertentangan yang melukiskan sesuatu seolah-olah bertentangan, padahal maksud sesungguhnya tidak karena objeknya belainan.Contoh : Hatinya sunyi tinggal di kota Jakarta yang ramai.
  3. Okupasi : Majas pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan bantahan, tetapi kemudian diberi penjelasan atau diakhiri dengan kesimpulan.Contoh : Merokok itu merusak kesehatan, akan tetapi si perokok tak dapat menghentikan kebiasaannya. Maka muncullah pabrik-pabrik rokok karena untungnya banyak.
  4. Kontradiksio Interminis : Majas pertentangan yang memperlihatkan pertentangan dengan penjelasan semua, yang berupa pengecualian.contoh : Semua murid kelas ini hadir, kecuali si hasan karena sedang ikut jambore.
  5. Ankronisme : Majas pertentangan yang melukiskan sesuatu tidak sesuai dengan jamannya atau kurang dapat diterima oleh akal.contoh : Setelah lahir, bayi itu lantas berbicara dengan ibunya.

Majas Penegasan

Majas penegasan adalah gaya bahasa yang betujuan untuk menegaskan sesuatu.

  1. Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.

    Contoh : Salju putih sudah mulai  turun ke bawah.

  2. Repetisi: Majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata atau beberapa kata berkali-kali, yang biasanya dipergunakan dalam pidato.

    Contoh : Kita junjung dia sebagai pemimpin, kita junjung dia sebagai pelindung, kita junjung dia sebagai pembebas kita.

  3. Pararelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar. Pararelisme terbagi dua, yaitu :

    a. Anafora : jika kata atau frase  yang diulang berada di awal kalimat.

    contoh :

    kalau’lah diam dalam malam yang kelam.

    kalau’lah tenang sawang yang lapang.

    kalau’lah lelap orang di lawang.

    b. Efipora : ika kata atau frase  yang diulang berada di akhir kalimat.

    contoh :

    kalau kamu mau, aku akan datang.

    Jika kamu kehendaki, aku akan datang.

    Bila kamu minta,aku akan datang.

  4. Tautologi: Majas penegasan yang melukiskan suatu dengan mempergunakan kata-kata yang sama artinya (bersinonim) untuk mempertegas arti.

    contoh : Saya khawatir serta was-was akan keselamatannya.

  5. Simetri : Majas penegasan yang melukiskan suatu dengan mempergunakan satu kata, kelompok kat aatau kalimat yang diikuti oleh kata, kelompok kata atau kalimat yang seimbang artinya dengan yang pertama.

    contoh : Kakak berjalan tergesa-gesa, seperti orang yang dikejar anjing gila.

  6. Enumerasio : majas penegasan yang melukiskan beberapa peristiwa membentuk satu kesatuan yang dituliskan satu per satu supaya tiap-tiap peristiwa dalam keseluruhannya tampak jelas.

    contoh : angin berhembus, lalu tenang, dan bulan memancar lagi.

  7. Klimaks: Majas penegasan dengan menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata-kat ayang makin lama makin memuncak pengertiannya.

    contoh : Anak-anak, remaja, dewasa datang untuk menyaksikan film “Laskar Pelangi”.

  8. AntiKlimaks : ajas penegasan dengan menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata-kat ayang makin lama makin menurun pengertiannya.

    contoh : Jangankan sejuta atau seribu, serupiah pun aku tak punya.

  9. Retorik : Majas penegasan dengan menggunakan kalimat tanya yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban karena sudah diketahuinya.

    contoh : Mana mungkin orang mati hidup kembali?

  10. Koreksio: Majas penegasan berupa membetulkan (mengoreksi) kembali kata-kata yang salah diucapkan, baik sengaja maupun tidak disengaja.

    contoh : Hari ini Ali sakit ingatan, eh.. maaf, sakit kepala maksudku.

  11. Polisindenton: Majas penegasan  yang menyebutkan beberapa benda, hal atau keadaan secara berturut-turut dengan memakai kata penghubung. 

    contoh : Dia tidak tahu, tapi tetap saja ditanyai, akibatnya dia marah-marah.

  12. Asindeton: majas penegasan yang menyebutkan beberapa benda, hal atau keadaan secara berturut-turut tampa memakai kata penghubung.

    contoh : kemeja, sepatu, kaos kaki, dibelinya di toko itu.

  13. Interupsi: Majas penegasan yang mempergunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di antara kalimat pokok guna lebih menjelaskan dan menekankan bagian kalimat sebelumnya.

    contoh : Aku, orang yang sepuluh tahun bekerja di sini, belum pernah dinaikan pangkatku.

  14. Ekskalamasio: Majas penegasan yang dmemakai kata-kata seru sebagai penegas.

    contoh : Amboi, indahnya pemandangan ini!

  15. Praeterito: Majas penegasan yang melukiskan sesuatu dengan cara menyembunyikan atau merahasiakan sesuatu dan pembaca harus menerka apa yang disembunyikan itu.

             contoh : Tidak usah kau sebut namanya, aku sudah tahu siapa penyebab kegaduhan ini.

ok akhirnya udah sampai di akhir postingan majas, smoga tulisan ini membantu.😀

sumber : primagama, remmysilado

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s